Secara umum, mobil listrik lebih irit dibandingkan dengan mobil bermesin bensin atau diesel, terutama dari segi biaya operasional.
Berikut perbandingannya:

1. Biaya Energi

Mobil Listrik: Mengisi daya baterai biasanya jauh lebih murah daripada mengisi bensin. Misalnya, biaya isi ulang mobil listrik bisa setara dengan hanya Rp 20.000–Rp 40.000 untuk jarak 100 km.

Mobil Mesin (Bensin/Diesel): Konsumsi rata-rata 1 liter per 10–15 km, dengan harga bensin sekitar Rp 13.000/liter, jadi untuk 100 km bisa habis Rp 80.000–Rp 130.000.


2. Perawatan

Mobil Listrik: Komponen lebih sedikit, tidak perlu ganti oli, lebih sedikit bagian bergerak, jadi biaya perawatan lebih rendah.

Mobil Mesin: Butuh ganti oli, tune-up, filter, dan lainnya. Biaya perawatan jangka panjang lebih tinggi.


3. Efisiensi Energi

Mobil Listrik: Lebih efisien dalam mengubah energi menjadi gerakan (sekitar 85-90% efisien).

Mobil Mesin: Hanya sekitar 20-30% efisien karena banyak energi hilang sebagai panas.


Tapi…

Harga awal mobil listrik biasanya masih lebih mahal.

Infrastruktur (stasiun pengisian) belum sebanyak SPBU di beberapa daerah.

Jarak tempuh masih terbatas pada beberapa model.


Kalau kamu mikir soal irit dari biaya harian dan perawatan, mobil listrik lebih unggul. Tapi kalau dilihat dari harga beli awal dan ketersediaan infrastruktur, mobil bensin masih lebih praktis untuk saat ini di banyak tempat.

Kamu lagi pertimbangkan beli mobil ya? Mobil apa yang lagi kamu lirik?